Cover image product

Asuransi Jiwa Mikro

Sekoci Smart Point

Sample image product

Sekoci Smart Point adalah asuransi jiwa mikro dari Allianz yang memberikan manfaat berupa santunan duka untuk diberikan kepada mereka yang kamu sayangi, apabila terjadi risiko meninggal dunia atas dirimu karena sebab apapun.

 

PERHATIAN!:

Asuransi ini hanya bisa didapatkan melalui penukaran Smart Point

SHOW MORE DETAILS
  • Besarnya santunan Rp 5.000.000 apabila meninggal dunia karena sakit atau sebesar Rp 25.000.000 apabila meninggal dunia karena kecelakaan. 

  • Dalam 30 (tiga puluh) hari pertama sejak kepesertaan, risiko yang ditanggung HANYA meninggal dunia karena kecelakaan. Setelahnya, risiko meninggal dunia karena sebab apapun akan dijamin, kecuali meninggal dunia karena bunuh diri atau terlibat sebagai pelaku kejahatan.

  • Perlindungan Sekoci Smart Point hanya berlaku untuk 6 (enam) bulan.

Sample image product

Penting Kamu Ketahui!

  • Syarat dan Ketentuan
  • Langkah Pertama
  • Yang Dapat Mengajukan Klaim
  • Cara Ahli Waris Mengajukan Klaim

Syarat dan Ketentuan

PERHATIAN : Dengan menukarkan poin, berarti kamu setuju dan tunduk pada syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  1. Sekoci Smart Point hanya diperuntukkan bagi usia 17 – 60 tahun.
  2. Satu orang hanya dapat memiliki 1 polis Sekoci aktif pada saat bersamaan.
  3. Nasabah boleh menukarkan pointnya dengan Asuransi Jiwa Mikro Sekoci untuk pasangannya atau keluarga.
  4. Dalam 30 (tiga puluh) hari pertama sejak kepesertaan, risiko yang ditanggung hanya meninggal dunia karena kecelakaan. Setelahnya, risiko meninggal dunia karena sebab apapun akan dijamin, kecuali meninggal dunia karena bunuh diri atau terlibat sebagai pelaku kejahatan.
  5. Kode Voucher hanya berlaku 30 hari sejak penukaran poin.
  6. Poin yang sudah ditukarkan tidak dapat dikembalikan lagi.
  7. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi call center Allianz di 1500-136 atau  email contactus@Allianz.co.id atau kunjungi www.allianz.co.id.

Langkah Pertama

Sekoci Smart Point adalah asuransi yang manfaatnya diberikan kepada ahli warismu. Karena itu penting untuk melakukan langkah pertama setelah kamu mengaktifkan perlindunganmu:

  • Periksa email dan pastikan kamu telah menerima polis elektronik. Apabila kamu memerlukan polis dalam hard copy, sampaikan kepada kami melalui email contactus@Allianz.co.id atau telepon nomor (021) 1500-136. Kami akan kirimkan polis ke alamat kamu.

  • Segera beritahukan kepada orang terdekat bahwa kamu mempunyai polis asuransi agar mereka bisa bertindak tepat dalam keadaan darurat.

Yang Dapat Mengajukan Klaim

  • Dalam polis asuransi Sekoci Smart Point, kamu disebut sebagai Tertanggung sedangkan orangtua, anak atau kerabat sedarah yang tercantum dalam satu Kartu Keluarga disebut sebagai Ahli Waris penerima manfaat.
  • Meskipun dalam proses pendaftaran kamu tidak mencantumkan nama ahli waris namun apabila terjadi klaim, Allianz akan melakukan pengecekan berkas untuk memastikan penerima santunan adalah orang yang tepat.
  • Jadi, orang yang  berhak mengajukan klaim atas polis asuransi yang kamu miliki adalah mereka yang secara legal merupakan ahli warismu.

Cara Ahli Waris Mengajukan Klaim

  • Hal paling penting dilakukan adalah Ahli Waris segera menghubungi Allianz melalui email contactus@Allianz.co.id atau telepon nomor (021) 1500-136 dan petugas kami akan membimbing proses selanjutnya.

  • Berkas-berkas yang diperlukan:

    • Formulir klaim, disediakan oleh Allianz

    • Fotokopi KTP almarhum Tertanggung

    • Fotokopi KTP ahli waris yang mengajukan klaim

    • Surat Keterangan Kematian dari pejabat berwenang

      • Surat Keterangan Kematian dari Kepolisian jika meninggal dunia karena kecelakaan

    • Fotokopi Kartu Keluarga.

Pengetahuan ini mungkin bermanfaat...

Berbicara mengenai asuransi memang tidak bisa terhindar dari topik-topik yang tidak nyaman di telinga kita, seperti musibah, kecelakaan, meninggal dunia dan sebagainya. Bisa jadi adat ketimuran kitalah yang menjadikan pembicaraan seperti itu sebagai hal yang tabu.

 

Namun demikian kalau kita lihat dari kacamata yang positif, ketika kita sedang berbicara mengenai kemungkinan terjadi risiko, berarti kita sedang mempersiapkan diri sehingga ketika risiko itu benar-benar terjadi, kita telah siap secara mental maupun ekonomi.

 

Nah, itulah gunanya asuransi!

Asuransi adalah kesepakatan pengalihan atas risiko yang dihadapi nasabah (biasa disebut tertanggung) kepada perusahaan (biasa disebut penanggung) di mana nasabah harus membayar sejumlah premi dan perusahaan menjanjikan sejumlah santunan atau uang pertanggungan apabila risiko yang dipertanggungkan itu benar-benar terjadi.

 

Asuransi jiwa menanggung risiko-risiko yang melekat pada jiwa atau kehidupan seseorang sedangkan asuransi umum menanggung risiko-risiko yang dapat terjadi pada harta benda seseorang.

 

Masyarakat kita umumnya mengenal asuransi jiwa sebagai asuransi "yang uangnya bisa ditarik kembali". Pemahaman ini harus sedikit diluruskan karena dalam kenyataannya banyak sekali jenis asuransi jiwa. 

 

Asuransi jiwa yang di dalamnya ada unsur tabungan dan investasi adalah kategori unit linked dan umumnya mengharuskan nasabah membayar premi lebih tinggi dan jangka waktu lebih lama. Tentunya, manfaatnya pun lebih luas dan beragam. Asuransi jenis ini memang sebagian dananya dapat ditarik karena memang mengandung unsur investasi. Meskipun demikian cara pembayaran premi dan penarikan dana diatur lebih rinci dan lebih rumit.

 

Asuransi jiwa jenis lain adalah asuransi jiwa murni yang hanya mengandung unsur proteksi. Pada jenis asuransi jiwa ini, tidak ada dana yang bisa ditarik, kecuali dalam bentuk santunan ketika risiko yang dipertanggungkan terjadi.

Tidak juga!

 

Dalam kehidupan kita harus tolong-menolong. Sebagai nasabah asuransi, di satu sisi kita harus bersyukur apabila tidak ada risiko atau musibah menimpa diri kita. Namun di sisi lain mungkin ada nasabah yang kurang beruntung. Dialah orang yang tertolong dengan santunan yang diterima dari perusahaan dan berasal dari premi yang kita bayarkan. Untung rugi memang tidak selalu bisa diukur dengan uang.

Cara kerja asuransi sangat mirip dengan paguyuban atau perkumpulan dana kematian yang dapat kamu temui di lingkungan tempat tinggalmu. Biasanya pengelolanya adalah Ketua RT setempat. Jadi, warga yang tinggal dalam RT tersebut membayar iuran bulanan untuk dititipkan ke Ketua RT. Apabila salah satu keluarga mengalami musibah, maka seluruh anggota paguyuban sepakat untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul itu sebagai santunan.

 

Dalam asuransi, uang iuran tadi adalah premi yang dikumpulkan dari nasabah. Premi tersebut dikelola oleh perusahaan untuk sewaktu-waktu digunakan membayar santunan apabila nasabah lain mengalami resiko seperti yang diperjanjikan.